Sudah Tahu Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Tidak Rugi? Yuk Cek Disini

cara menentukan harga jual produk

Bagi sebagian pelaku bisnis yang masih pemula, menentukan harga yang pas memang agak sulit. Saat memberikan harga yang terlalu tinggi, otomatis hanya akan sedikit pelanggan yang mau beli. Tetapi ada dua hal yang bisa membuat barang Anda laku dengan harga tinggi, yaitu kualitas dan popularitas. Namun masalahnya, disini produk Anda masih baru dan belum memiliki popularitas. Lantas, bagaimana cara menentukan harga jual produk yang pas? Yuk simak dalam ulasan ini.

Cara Mudah Menentukan Sebuah Harga Jual Produk yang Tepat

1. Markup Pricing

Markup pricing merupakan suatu metode untuk memperoleh harga jual produk dengan cara menambahkan beberapa persen harga dari pembelian bahan baku. Pada metode ini, Anda harus mengkalkulasikan dulu berapa modal yang dibutuhkan sebelum mendapatkan markup pricingnya. Yang mana persentase yang didapatkan, nantinya akan menjadi keuntungan yang didapat dari sebuah produk. Formula pada metode ini adalah harga jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup).

menentukan harga jual cara menentukan harga jual produk

Misal, jika ingin memiliki usaha donat kentang dengan bahan baku modal utama Rp. 3 ribu per buah. Kemudian markup yang ingin ditambahkan adalah 25%. Lalu berapakah harga satu buah donat kentang tersebut. Jika dihitung maka Rp. 3 ribu + (Rp. 3 ribu x 25%) dan ditemukan bahwa harga donat kentang senilai Rp. 3.750. Pada kasus ini, maka akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 750 saat menggunakan markup 25%.

2. Value Based Pricing

Value Based Pricing adalah salah satu cara untuk menetapkan harga suatu produk yang paling unik. Pasalnya metode ini akan menetapkan harga sesuai dengan nilai yang diperoleh dari pelanggan. Bisa dikatakan, pelanggan memiliki hak untuk menentukan seberapa mahal barang tersebut atau istilahnya willing to pay. Namun masalahnya, setiap pelanggan pasti akan memilih willing to pay yang berbeda beda. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Menggunakan metode value based pricing sebagai cara menentukan harga jual produk memang cukup sulit bagi pemilik usaha. Akan tetapi, terdapat dua cara yang biasa digunakan oleh pelaku bisnis. Pertama melakukan riset terhadap beberapa responden, dan yang kedua memberikan harga tinggi secara langsung. Ketika menggunakan cara yang kedua, maka pelanggan biasanya akan rela membayar mahal namun berdasarkan pada kualitas produk, popularitas, dan kelangkaan.

3. Margin Pricing

Metode satu ini merupakan kebalikan dari metode markup pricing. Dengan metode ini, maka harus menentukan lebih dulu berapa besar produk yang akan dijual. Setelah itu, baru bisa dimasukkan ke dalam rumus untuk menentukan berapa besar persentase profit yang akan diambil. Dan dari hasil tersebut, Anda bisa menentukan apakah harga yang ditawarkan terlalu besar atau tidak. Margin pricing dapat dihitung dengan (harga jual – harga modal) ÷ harga jual.

cara menentukan harga jual produk anda

Contohnya, jika ingin berjualan donat kentang dengan modal Rp. 2 ribu dan ingin menjualnya seharga Rp 5 ribu per buah. Apakah harga tersebut terlalu besar atau tidak? Maka bisa dilakukan perhitungan menggunakan rumus margin = (Rp. 5 ribu – Rp. 2 ribu) ÷ Rp. 5 ribu, dan hasil yang didapatkan adalah 0,6 atau 60%. Sehingga diketahui bahwa keuntungan yang diperoleh adalah 60% per buah. Namun jika profit terlalu tinggi, maka bisa dibuat tidak lebih dari 50% dari modal awal.

Itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menentukan berapa besar harga suatu produk. Dari cara cara yang dirangkum dalam ulasan ini, sebaiknya pilih yang menurut Anda paling masuk akal digunakan dan memberikan profit paling besar. Perlu diingat, menjadi pengusaha yang sukses tidak hanya mencari keuntungan semata tetapi juga memberikan produk terbaik kepada pada pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *