Gaya Hidup untuk Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Mencegah Tekanan Darah Tinggi tekanan darah tinggi hipertensi

Merawat hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan hanya soal memeriksa tekanan darah secara rutin, tapi juga cara mengatur gaya hidup. Pasalnya, seperti diungkapkan ahli saraf dari RS Atmajaya Pluit, Yuda Turana, hipertensi juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal. Mereka yang di masa mudanya menderita hipertensi yang tidak terkontrol kemudian di masa tua juga memiliki risiko demensia.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko penyakit jantung. Diam-diam dapat merusak tubuh manusia sebelum menunjukkan gejala apa pun. Jika dibiarkan, Anda dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan, penurunan kualitas hidup, atau bahkan kecacatan.

Ada banyak pilihan atau metode pengobatan hipertensi. Ini terutama untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi komplikasi yang mengancam jiwa.

Meskipun mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular merupakan tujuan utama pengobatan hipertensi, perubahan gaya hidup juga merupakan langkah penting dalam menurunkan tekanan darah. Menggabungkan pengobatan dengan modifikasi gaya hidup adalah pengobatan terbaik untuk mengurangi risiko kardiovaskular dan mencapai tujuan dalam mengendalikan tekanan darah.

Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup sehat dalam pencegahan dan penanganan hipertensi menjadi sangat penting. Berikut lima langkah sederhana untuk mencegah hipertensi dan menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Mencegah Tekanan Darah Tinggi

1. Olahraga

Berolahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, jogging atau berenang. Lakukan ini selama 30 hingga 45 menit sehari tiga kali seminggu.

Latihan fisik selama minimal 30-60 menit hampir setiap hari dalam seminggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) 5 mmHg dan menurunkan tekanan darah diastolik (DBP) sekitar 4 mmHg. Oleh karena itu, bagi penderita pra hipertensi dengan SBP antara 120-139 mmHg dan DBP antara 80-89 mmHg, olahraga dapat membantu mencegah terjadinya hipertensi permanen.

Selain itu, bagi orang yang sudah mengalami hipertensi, olahraga dapat menurunkan tekanan darahnya ke tingkat yang lebih aman.

2. Menjaga gaya hidup sehat

Caranya, pilih makanan yang sehat dan bergizi serta kurangi konsumsi garam. Jika Anda sudah terlanjur menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari makanan yang mengandung garam. Di sisi lain, konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium, dan kalsium dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

3. Kurangi garam atau natrium dalam makanan

Selain beberapa cara mengontrol tekanan darah tinggi di atas, sedikit pengurangan natrium dalam makanan juga dapat menurunkan tekanan darah hingga 2-8 mmHg. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengurangi kandungan garam dalam makanan Anda, Anda bisa menguranginya secara bertahap.

Mencegah Tekanan Darah Tinggi Penderita Tekanan Darah Tinggi

Tidak mudah mengubah kebiasaan makan Anda. Tapi, tips berikut mungkin bisa membantu Anda untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Makan makanan yang kaya biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan produk berlemak dapat mengurangi SBP Anda rata-rata 11mmHg dan DBP rata-rata 5,5 mmHg.

4. Mengontrol berat badan, tekanan darah dan gula darah

Mengontrol kadar kolesterol dan diabetes. Hindari obat-obatan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan dan minta dokter untuk meresepkan obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

5. Berhenti merokok

Merokok melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat proses pengerasan pembuluh darah. Berhenti merokok merupakan salah satu upaya menjalani pola hidup sehat untuk pencegahan hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *