Arti Bullish Dalam Trading Dan Cara Mengetahui Momen Awalnya

arti bullish dalam trading

Trading menjadi salah satu aktivitas paling menjanjikan profit tetapi di sisi lain juga memiliki tingkat risiko yang benar-benar tinggi. Hal tersebut sebetulnya sesuai dengan rumus investasi yang berbunyi semakin tinggi potensi keuntungan, maka semakin tinggi pula potensi kerugiannya. Itulah sebabnya para pelaku trading selalu merasa seolah dihantui salah buka posisi ketika masih memiliki transaksi yang terbuka pada akun trading mereka.

Mekanisme trading sedikit berbeda dengan mekanisme perdagangan biasa, dimana keuntungan bisa didapat ketika harga naik maupun ketika harga turun dalam trading. Challenges atau tantangan yang dituntut dalam dunia trading adalah kemampuan memprediksi dan membaca situasi harga apakah akan terus naik atau akan turun. Itulah yang menyebabkan munculnya istilah bullish dan bearish. Bagi yang masih awam tentang kedua istilah tersebut, penjelasan sederhana tentang arti bullish dalam trading adalah tren harga yang naik dari titik balik harga terendah. Sedangkan bearish tentu sebaliknya yaitu tren harga yang turun.

arti bullish dalam trading ini

Untuk mendapatkan keuntungan alias profit optimal dalam trading, para trader profesional selalu menekankan untuk secepat mungkin menyadari momen awal ketika tren bullish maupun tren bearish akan terjadi. Konsepnya sederhana sebetulnya, yaitu ketika harga bergerak naik setelah sebelumnya terus menurun. Tetapi tentu pada faktanya di pasar trading tidak sesederhana itu. Pasalnya, ada yang disebut dengan sinyal palsu alias fake signal yang seringkali memberikan tanda harga seolah akan menuju pada pergerakan tren baru. Tetapi ternyata koreksi harga yang terjadi atas tren yang sedang berjalan hanya berlangsung pada satu atau dua candle saja, dan kembali menunjukkan ke arah yang sama dengan tren yang sedang terjadi.

Pada tahap itulah seorang trader dituntut untuk mempelajari ilmu-ilmu trading agar tidak sekedar menebak pergerakan harga. Beberapa cara yang dapat dilakukan misalnya menggunakan bantuan indikator, baik itu single indikator maupun gabungan penggunaan beberapa indikator sekaligus.

Ada banyak sekali indikator yang dapat dimanfaatkan agar momen awal suatu tren dapat diketahui, tetapi salah satu yang paling populer dan paling dipercaya yaitu RSI. Indikator yang memiliki nama lengkap Relative Strength Index ini akan memberi tanda bahwa tren naik maupun tren turun terasa telah berlebihan, sehingga besar kemungkinan tren sebaliknya akan segera terjadi.

arti bullish dalam trading

Lebih rinci bahkan ada trader profesional yang memadukan indikasi yang ditunjukkan pada RSI dengan kebiasaan umum suatu candle harga. Misalnya seperti ketika hendak memprediksi momen awal tren bullish maka pertama-tama lihat batas bawah pada RSI sudah tersentuh atau belum. Apabila sudah tersentuh maka berikutnya perhatikan candle-candle harga yang menunjukkan harga naik. Nantinya ketika tercipta 3 susunan candle harga naik berjejer berurutan, maka besar kemungkinan itulah momen tren bullish terjadi.

Meskipun cara di atas tidak 100% akurat, tetapi tingkat kesuksesannya masih terbilang cukup tinggi, sehingga tidak ada salahnya untuk coba diterapkan bersama strategi trading yang sedang dijalankan. Bila perlu dan sabar menunggu, maka bisa uji coba di akun demo terlebih dahulu, baru kemudian setelah yakin terapkan di akun real.

Demikian pembahasan singkat mengenai arti bullish dalam trading dan cara mengetahui momen awalnya yang pastinya akan berguna terutama bagi pemula. Jangan lupa untuk terus berlatih menggunakan berbagai strategi trading yang ada ataupun mencoba menciptakan strategi trading sendiri yang sangat mungkin akan lebih cocok dengan karakteristik trading masing-masing. Karena bagaimanapun profit maupun risikonya akan ditanggung masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *